Tasykil HM-PS Ilmu Hadits Resmi Dilantik, Kaprodi Mengimbau Para Tasykil Berorganisasi Sesuai Sunnah
![]() |
Sumber: Tim dokumentasi acara |
Garut, Aksara– Kaprodi Ilmu Hadits IAI Persis Garut, Ustadz Aziz Asmana, mengimbau tasykil HM-PS Ilmu Hadits agar menjalankan organisasi sesuai dengan sunnah dalam sambutannya pada acara pelantikan tasykil HM-PS Ilmu Hadits, Senin (17/3/2025). Ia menekankan bahwa mahasiswa Ilmu Hadits harus mengamalkan ilmu yang dipelajari dalam berorganisasi, khususnya dalam menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam Hadits.
“Saya ingin mengajak kepada teman-teman untuk dalam berorganisasi itu serta aspek-aspek lainnya, yaitu langkah-langkah mengaplikasikan nilai-nilai yang terkandung dalam Hadits itu sendiri,” ujarnya.
Ustadz Aziz juga menekankan pentingnya memilih anggota yang tepat untuk setiap bidang dalam organisasi sesuai dengan keahlian masing-masing.
“Salah satu poin penting dalam berorganisasi, apalagi awal-awal, adalah ikhtiyar syakhsh al-munasib, yaitu memilih anggota yang tepat pada wazhifah atau tupoksi-nya,” tuturnya.
Namun, ia menyadari bahwa menilai kemampuan seseorang tidaklah mudah. Oleh karena itu, ia menyarankan agar ketua organisasi menggali potensi anggotanya melalui interaksi yang intens.
“Bagaimana kita bisa tahu? Ya, sejauh mana nanti antum menggali potensi teman-teman, banyak berinteraksi,” ujarnya.
Selain itu, ia menegaskan bahwa jika seorang anggota ternyata tidak cocok di bidang yang telah ditentukan, maka ketua harus berani mengambil keputusan untuk memindahkannya ke bidang yang lebih sesuai.
“Dan kalau sekarang misalnya antum sudah berijtihad, menentukan si fulan di bidang ini, lalu kemudian di kemudian hari ternyata antum melihat, wah, orang ini tidak pas kalau di sini. Harus dipindah!” tegasnya.
“Itu tidak masalah. Justru dalam organisasi, hal itu adalah sesuatu yang lumrah dan harus dilakukan,” sambungnya.
Lebih lanjut, Ustadz Aziz menekankan bahwa ujian fase awal organisasi adalah menentukan sosok yang tepat untuk menjalankan tugasnya.
“Maka di sinilah, ya, di awal-awal organisasi akan diuji. Pertama, yaitu rijal, orang. Nah, rijalnya nanti ada aspek-aspek lain, prinsip-prinsip lain, apakah itu amanah, integritas, komunikasi dan sebagainya,” tambahnya.
Sebagai dasar argumennya, Ustadz Aziz mengutip sebuah Hadits:
"إذا وُسِّدَ الأمرُ إلى غيرِ أهلِهِ فانتظِرِ السَّاعةَ"
”Jika suatu urusan diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah kehancuran.”(HR. Al-Bukhari)
Menurutnya, dalam konteks organisasi, kehancuran terjadi ketika program-program kerja tidak berjalan dengan baik.
“Kalau suatu urusan tidak diserahkan kepada ahlinya, ya, tunggulah kehancuran. Kehancuran dalam suatu organisasi apa? Ketika program-programnya tidak berjalan,” tegasnya.
Jurnalis: Gufran